Cara Mengukur Obesitas

Tidak ada seorang pun yang mau jadi obesitas! pernyataan ini sangat relevan dengan realita yang ada di masyarakat modern saat ini, termasuk Indonesia. Obesitas telah menjadi suatu epidemi global di seluruh dunia, dan disebut sebagai The New World Syndrome. Organisasi kesehatan dunia WHO mengatakannya sebagai suatu worldwide epidemic, angka kejadiannya terus meningkat dimana-mana.

Pada umumnya Obesitas dapat dibagi atas dua kelompok besar, yaitu Obesitas tipe Android dan Obesitas tipe Gynoid.

  1. Obesitas tipe Android
    Badan berbentuk gendut seperti gentong atau buah apel, perut membuncit kedepan, banyak didapatkan pada kaum pria, sehingga disebut pula obesitas tipe pria atau male type obesity. Tipe ini cenderung mengakibatkan penyakit jantung koroner, diabetes, dan stroke. Nama lain obesitas tipe ini adalah obesitas tipe sentral (central obesity), abdominal obesity, atau visceral obesity. Disebut obesitas viseral karena penimbunan lemak terjadi di dalam rongga perut (abdomen), tepatnya di sekitar omentum usus (viseral). Lemak viseral yang berlebihan ini memperoleh suplai darah dari pembuluh darah omentum, dan mengeluarkan banyak bahan kimia dan hormone ke dalam peredaran darah. Banyaknya lemak yang tertimbun dalam rongga perut mencerminkan makin lebarnya lingkaran pinggang (waist circumference) orang itu.
  2. Obesitas tipe Gynoid
    Banyak dijumpai pada kaum wanita, terutama yang telah masuk masa menopause, panggul dan pantatnya besar, dari jauh tampak seperti buah pir. Tipe ini dinamakan juga obesitas tipe wanita atau female-type obesity. Nama lain tipe ini adalah obesitas tipe perifer (peripheral obesity), atau gluteal obesity (dari kata gluteus yang berarti pantat).

Adapun cara menentukan derajat obesitas yang paling sering dipakai adalah dengan mengukur Body Mass Index atau BMI, yaitu dengan mengukur tinggi badan (dalam meter) dan berat badan (dalam kilogram), kemudian membagi berat badan dengan kuadrat dari tinggi badan. Lihat Rumus dibawah ini:

BMI = Berat Badan / ((Tinggi Badan (m)) x (Tinggi Badan  (m)))

Contoh seseorang dengan berat badan 70 kg dan tinggi badan 160 cm, maka didapatkan

BMI = 70 / (1.6 x 1.6) = 27.3 (Gemuk)

Menurut WHO, BMI orang normal adalah 18,5 – 24,9. BMI kurang dari 18,5 dikatakan kurus. Sedangkan BMI 25 keatas disebut obesitas, yang dibagi pula dalam obesitas derajat satu (BMI 25 – 29,9), obesitas derajat dua (BMI 30 – 39,9), dan obesitas derajat tiga atau morbid / severe obesity (BMI 40 atau lebih). Untuk lebih rincinya, berikut adalah table klasifikasi obesitas menurut WHO dan umum:

KLASIFIKASI OBESITAS WHO BMI
POPULER / UMUM (kg/m2)
Underweight Kurus < 18,5
Healthy weight Normal 18,5 – 24,9
Obesitas derajat 1 Overweight / Gemuk 25 – 29,9
Obesitas derajat 2 Obesitas 30 – 39,9
Obesitas derajat 3 Obesitas Morbid / Berat > 40

Berat badan yang sehat, normal, atau ideal (Healthy Weight) adalah berat badan yang bukan Underweight, bukan pula Overweight (Kegemukan) atau obesitas, berarti BMI 20 – 25, lingkar pinggang dibawah 88 cm untuk wanita dan di bawah 102 cm untuk pria.

Sumber : http://de-future.com/cara-mengukur-derajat-obesitas-kegemukan/

About Januar Herdyanto

Hello, saya Herdy. tinggal di Bekasi. saya suka menulis, browsing, dan gamer.

Posted on 17 February 2012, in Tips and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: